You are My Bad Boy ~ Part.3
Author : michimichi^^
Genre : *apa ya ?*
Rating : PG
Cast : AKAME, sedikit JUNDA <3 RYODA
Disclaimer : kapan michi jadi istri SAH Tatchan ya ?
Summary : Kamenashi Kazuya, yang memiliki sifat buruk, selalu berciuman dengan wanita-wanita yang ada di sekolahnya, diketahui oleh orang yang tiba-tiba menahannya, Akanishi Jin.
++++++++++ aaaaa.... part.3 ini bner2 g ada adegan apa2, michi baru nyadar pas ngecek ulang~ tapi, ntr di part.4 ada kok XDD part.3 ini bner2 ngebosenin. oke, selamat menikmati, comment are love <3 ++++++++++
~ Kamenashi Kazuya side~
Pagi ini, tepat seminggu aku berciuman dengan ketua osis itu. Seperti biasa, aku berjalan dari rumah menuju sekolah. Kalian tahu, sebelumnya aku memutuskan untuk tidak memikirkan ciuman itu lagi. Tapi, tiap malam selama seminggu ini, aku bermimpi tentang orang itu. Jadi, otomatis aku tidak bisa untuk tidak melupakannya.
Saat aku akan tiba ke sekolah, aku melihat mobil Limousin ber-plat UT-1004. Tadinya aku mau memberhentikan mobil itu, agar aku bisa ikut sampai sekolah. Tapi, karena hanya tinggal beberapa meter lagi sampai di sekolah, pada akhirnya kubiarkan saja mobil itu lewat.
“Woy! Ueda!” teriak seseorang dari dalam sekolah. Ketika Ueda turun dari mobil.
Aku melihat orang yang meneriakinya itu adalah Akanishi Jin, Ketua Osis yang berani-beraninya menciumku minggu kemarin. Ueda berjalan mendekati Ketua Osis itu. Tadinya aku mau langsung menarik Ueda masuk kedalam. Tapi sepertinya kegiatan mereka berdua lebih menarik perhatianku.
-----
“cukup!” aku berteriak di dalam hati. Aku sudah tidak tahan untuk tidak marah. Ueda sudah menceritakan cerita pribadiku kepada orang lain. Aku kesal! Bahkan sangat kesal! Aku tidak menyangka Ueda berani membicarakan temannya sendiri ke orang lain.
“Ueda…” aku memanggilnya dengan kesal. Aku pun mendekati mereka berdua.
“Yo!” Ketua Osis itu menyapaku. Tapi, jangankan menjawabnya, melihat mukanya saja aku ogah.
“Ueda, sebaiknya kita pergi! Aku takut orang ini akan memangsamu. Dia tidak normal.” Aku menarik tangan Ueda, memimpinnya masuk ke dalam sekolah.
“Kame ? Kau kenapa sih ?” Tanya Ueda dengan muka yang penuh tanda Tanya.
“Aku hanya tidak suka melihat kalian berdua disini” Jawabku asal.
Yang penting Ueda sudah bersamaku, dan aku tidak dekat dengan ketua osis itu.
-----
“Ueda! Aku tak menyangka kalau kau tega membicarakanku kepada orang itu” ucapku pada Ueda ketika sampai di kelas.
“Kame.. Kau mendengarnya ?”
“Tentu saja! Aku mendengar percakapan kalian dari awal!”
“Lalu, kenapa tidak kau hentikan dari awal ?”
“Aku… aku hanya ingin mengetes! Sejauh mana kau membicarakan temanmu ini”
Sebelum kami melanjutkan pembicaraan kami, muncullah teman si ketua osis di depan kelas kami yang masih kosong itu.
“kamenashi kazuya” ucapnya sambil terus memperhatikanku dengan sinis.
“Taguchi, ada apa kau kesini ?” Ueda menyabutnya.
“Kamenashi Kazuya, sepulang sekolah dipanggil ketua osis. Sepertinya dia marah.”
“marah ? bukankah seharusnya aku yang marah”
“ini perintah bodoh!”
“tapi benar kok! Seharusnya aku yang marah! Tiba-tiba saja dia menciumku! Dia pikir aku tidak normal apa ?” ucapku terus tanpa memperhatikan suasana.
“cium ?” aku melihat Ueda memundurkan langkahnya sambil terus memperhatikanku penasaran.
“a… aku..” jawabku gagap. aku pikir mukaku sudah berubah jadi super merah sekarang.
“kau serius kamenashi kazuya ?” ucap teman ketua osis itu, dengan muka bodohnya.
“jangan panggil aku lengkap seperti itu! Menjijikkan!” aku berusaha mengalihkan suasana.
Tadinya mereka mau melanjutkan pembicaraan, tapi untung saja ada murid kelasku yang datang. Jadi kita bertiga diam bak patung yang lagi dikeringkan.
-----
Akhirnya pelajaran sekolah pun selesai, aku berjalan keluar kelas bersama Ueda, menuju ruang Osis.
“Kau yakin akan bertemu dengannya kame ?”
“sebenarnya aku tidak mau, tapi mau bagaimana lagi, dia ketua Osis, mungkin bukan masalah ‘itu’ yang mau dia dibicarakan”
“masalah ‘itu’ ? ciuman maksudmu ?”
“Ya, itu maksudku”
Aku berjalan pelan dekat ruang Osis. Terlihat seseorang berdiri dekat pintu. Akanishi Jin, dia keren juga kalau berdiri sambil melamun seperti itu. Wait! Keren ? mataku buta apa ? orang berpenampilan berantakan seperti itu kau bilang keren ? haha.
“Kame ? Kau kenapa ?” tepuk Ueda yang ada disampingku.
“Kau senyum-senyum sendiri. Kau gila ?” lanjutnya.
“a.. tidak apa-apa.. aku hanya melamuni para wanita cantik yang sedang menungguku nanti” jawabku asal. Tidak mungkin kan aku bilang, “aku hanya melamuni akanishi jin yang terlihat keren itu.” Ha ? apa keren ?
“kau ini.”
~ Akanishi Jin side ~
Setelah mereka berdua menghilang dari penglihatanku, Taguchi datang, dan berdiri disebelahku. Mengajakku untuk ke kelas.
‘Aku ingin untuk bertemu lagi dengan kamenashi’ itu adalah kata-kata yang terlintas diotakku saat ini.
Tadinya aku berfikir akan ke kelasnya dan menariknya ke ruang Osis pulang sekolah nanti. Tapi, berhubung ada korban di seblahku ini, langsung saja aku menyuruhnya utuk memangil kamenashi ke ruang osis.
-----
Bel pulang sekolah sudah berbunyi dari 10 menit yang lalu. Aku menunggu kamenashi yang tidak kunjung datang juga. Akhirnya aku berdiri dari ‘kursi ketua osis’-ku dan berjalan keluar ruangan. Aku berniat untuk menunggunya di depan.
Tak lama kemudian datanglah dua sosok wanita cantik dan manis ehm. Maaf, maksudku dua sosok lelaki yang manis menghampiriku.
“Kau lama!” ucapku dengan sedikit tegas.
“Kau ? bukankah yang benar kalian ? kita kan datang berdua.” Ucap Ueda dengan muka yang kesal.
“Aku tidak butuh kamu Ueda! Ayo kau Kamenashi! Masuk! Aku akan memberi banyak nasehat padamu” Aku menarik Kamenashi masuk ke dalam ruang Osis.
Sebenarnya aku tidak tega meninggalkan Ueda sendiri, tapi apa daya, aku hanya ingin ngobrol berdua dengan kamenashi.
“Yo! Senpai! Tumben bawa anak kelas satu kemari.” Ryo, wakil ketua Osis yang terkenal dengan sebutan ‘poison tongue’ ini, tiba-tiba masuk ke ruang Osis tanpa mengetuk pintu. Padahal jelas-jelas di pintu tertulis ‘ketuk pintu dulu’.
“kau! Aku ada urusan dulu dengan dia, lebih baik kau keluar dulu.”
“aku tidak ada kerjaan senpai!”
“lebih baik kau jaga pintu! Jangan sampai ada yang masuk! Temani teman kamenashi ini! Kasian dia! Tadi dia aku terlantarkan!”
“Bilang saja kau mau pacaran dengan dia.” Ucap Ryo sebal lalu keluar membanting pintu. Tapi, tak lama ia datang kembali, aku langsung mengusirnya tanpa pikir panjang.
Aku menyuruh Kamenashi Kazuya duduk di depan mejaku. Ia menarik kursi dan duduk dengan cemberut. Aku jadi tak tega untuk memarahinya. Posturnya terlalu seperti wanita. Membuatku deg-deg-an saja.
“Bagaimana dengan wanita itu ?”
“siapa ? kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu ?”
“kau tahu ? aku sudah tahu mengenai alasan kenapa kau sering berciuman”
“oh itu.. aku sudah tidak ada urusan lagi dengan dia”
“tapi kau masih sakit hati kan ?”
“sok tahu”
~ Nishikido Ryo side ~
Baru saja aku masuk ke ruang Osis! Sudah di usir keluar sama ketua Osis bodoh itu. Bilang saja dia mau pacaran! Tapi, bisa juga ketua Osis itu memilih wanita yang cantik!
Hmm… tunggu! Dia pakai celana!!!! Cowok!!! Aku membuka pintu ruang Osis lagi untuk memastikan orang yang bersama akanishi jin itu.
“Ryo!” teriak Jin dari dalam
“Baik senpai!!” aku menutup kembali pintunya.
Aku sedikit berjalan kearah yang tidak jelas. Dan bergumam sendiri. ‘ada ya ? wanita menyamar jadi lelaki ?’ Tapi sepertinya aku tidak asing lagi dengan dia. Tak lama aku berjalan, aku melihat sesosok wanita cantik lagi. Kali ini lebih cantik dari sebelumnya. Rambutnya yang coklat seleher, matanya juga coklat, sedang menopang dagu sambil cemberut kesal.
Hmm.. tunggu lagi!!! Dia pakai celana!!! Wait! Apa mulai hari ini aku perlu kacamata minus 10 silindris 5 ?
Orang itu berdiri dari tempat duduknya, dan menghampiriku. Sepertinya dia sadar daritadi akku memperhatikannya.
“ada apa kamu lihat-lihat ?” ucap wanita atau pria itu.
“tidak apa-apa. Kau wanita ?” ucapku langsung pada inti.
“HA ?”
BUG!
“KAU GILA APA ? AKU MEMAKAI CELANA! AKU INI LELAKI!” ucap orang itu sambil marah-marah. Aku pun tersadar, bahwa ia ternyata memang lelaki.
Tunggu! Kalau dia lelaki, tidak sopan sekali langsung menonjokku. Aku berdiri dari tempatku. Menghampirinya, dan melihatnya tepat 5 cm di depan mukanya.
“dasar bencong.” Ucapku lurus dan berbalik arah untuk kembali ke depan ruang Osis.
“HA ?” anak itu langsung meraih tanganku dan menonjokku lagi.
Kali ini, bukannya bersyukur telah ditonjok.
“Kau! Beraninya!”
Ya.. akhirnya kami perang mulut di dekat kantin itu. Tadinya, kami mau langsung saja melakukan perang fisik. Hanya saja, aku tak tega padanya. Tubuhnya pasti selemah wnita (?)
Lalu, Taguchi-senpai datang dan melerai kami. Kalau tidak mungkin satu kantin mengerumuni kami berdua.
“Diamlah Ueda! Ikutlah denganku”
Hmm. Ternyata nama kouhai-ku itu Ueda. Aku melihat ueda, ditarik pergi menjauh dariku.
Genre : *apa ya ?*
Rating : PG
Cast : AKAME, sedikit JUNDA <3 RYODA
Disclaimer : kapan michi jadi istri SAH Tatchan ya ?
Summary : Kamenashi Kazuya, yang memiliki sifat buruk, selalu berciuman dengan wanita-wanita yang ada di sekolahnya, diketahui oleh orang yang tiba-tiba menahannya, Akanishi Jin.
++++++++++ aaaaa.... part.3 ini bner2 g ada adegan apa2, michi baru nyadar pas ngecek ulang~ tapi, ntr di part.4 ada kok XDD part.3 ini bner2 ngebosenin. oke, selamat menikmati, comment are love <3 ++++++++++
~ Kamenashi Kazuya side~
Pagi ini, tepat seminggu aku berciuman dengan ketua osis itu. Seperti biasa, aku berjalan dari rumah menuju sekolah. Kalian tahu, sebelumnya aku memutuskan untuk tidak memikirkan ciuman itu lagi. Tapi, tiap malam selama seminggu ini, aku bermimpi tentang orang itu. Jadi, otomatis aku tidak bisa untuk tidak melupakannya.
Saat aku akan tiba ke sekolah, aku melihat mobil Limousin ber-plat UT-1004. Tadinya aku mau memberhentikan mobil itu, agar aku bisa ikut sampai sekolah. Tapi, karena hanya tinggal beberapa meter lagi sampai di sekolah, pada akhirnya kubiarkan saja mobil itu lewat.
“Woy! Ueda!” teriak seseorang dari dalam sekolah. Ketika Ueda turun dari mobil.
Aku melihat orang yang meneriakinya itu adalah Akanishi Jin, Ketua Osis yang berani-beraninya menciumku minggu kemarin. Ueda berjalan mendekati Ketua Osis itu. Tadinya aku mau langsung menarik Ueda masuk kedalam. Tapi sepertinya kegiatan mereka berdua lebih menarik perhatianku.
-----
“cukup!” aku berteriak di dalam hati. Aku sudah tidak tahan untuk tidak marah. Ueda sudah menceritakan cerita pribadiku kepada orang lain. Aku kesal! Bahkan sangat kesal! Aku tidak menyangka Ueda berani membicarakan temannya sendiri ke orang lain.
“Ueda…” aku memanggilnya dengan kesal. Aku pun mendekati mereka berdua.
“Yo!” Ketua Osis itu menyapaku. Tapi, jangankan menjawabnya, melihat mukanya saja aku ogah.
“Ueda, sebaiknya kita pergi! Aku takut orang ini akan memangsamu. Dia tidak normal.” Aku menarik tangan Ueda, memimpinnya masuk ke dalam sekolah.
“Kame ? Kau kenapa sih ?” Tanya Ueda dengan muka yang penuh tanda Tanya.
“Aku hanya tidak suka melihat kalian berdua disini” Jawabku asal.
Yang penting Ueda sudah bersamaku, dan aku tidak dekat dengan ketua osis itu.
-----
“Ueda! Aku tak menyangka kalau kau tega membicarakanku kepada orang itu” ucapku pada Ueda ketika sampai di kelas.
“Kame.. Kau mendengarnya ?”
“Tentu saja! Aku mendengar percakapan kalian dari awal!”
“Lalu, kenapa tidak kau hentikan dari awal ?”
“Aku… aku hanya ingin mengetes! Sejauh mana kau membicarakan temanmu ini”
Sebelum kami melanjutkan pembicaraan kami, muncullah teman si ketua osis di depan kelas kami yang masih kosong itu.
“kamenashi kazuya” ucapnya sambil terus memperhatikanku dengan sinis.
“Taguchi, ada apa kau kesini ?” Ueda menyabutnya.
“Kamenashi Kazuya, sepulang sekolah dipanggil ketua osis. Sepertinya dia marah.”
“marah ? bukankah seharusnya aku yang marah”
“ini perintah bodoh!”
“tapi benar kok! Seharusnya aku yang marah! Tiba-tiba saja dia menciumku! Dia pikir aku tidak normal apa ?” ucapku terus tanpa memperhatikan suasana.
“cium ?” aku melihat Ueda memundurkan langkahnya sambil terus memperhatikanku penasaran.
“a… aku..” jawabku gagap. aku pikir mukaku sudah berubah jadi super merah sekarang.
“kau serius kamenashi kazuya ?” ucap teman ketua osis itu, dengan muka bodohnya.
“jangan panggil aku lengkap seperti itu! Menjijikkan!” aku berusaha mengalihkan suasana.
Tadinya mereka mau melanjutkan pembicaraan, tapi untung saja ada murid kelasku yang datang. Jadi kita bertiga diam bak patung yang lagi dikeringkan.
-----
Akhirnya pelajaran sekolah pun selesai, aku berjalan keluar kelas bersama Ueda, menuju ruang Osis.
“Kau yakin akan bertemu dengannya kame ?”
“sebenarnya aku tidak mau, tapi mau bagaimana lagi, dia ketua Osis, mungkin bukan masalah ‘itu’ yang mau dia dibicarakan”
“masalah ‘itu’ ? ciuman maksudmu ?”
“Ya, itu maksudku”
Aku berjalan pelan dekat ruang Osis. Terlihat seseorang berdiri dekat pintu. Akanishi Jin, dia keren juga kalau berdiri sambil melamun seperti itu. Wait! Keren ? mataku buta apa ? orang berpenampilan berantakan seperti itu kau bilang keren ? haha.
“Kame ? Kau kenapa ?” tepuk Ueda yang ada disampingku.
“Kau senyum-senyum sendiri. Kau gila ?” lanjutnya.
“a.. tidak apa-apa.. aku hanya melamuni para wanita cantik yang sedang menungguku nanti” jawabku asal. Tidak mungkin kan aku bilang, “aku hanya melamuni akanishi jin yang terlihat keren itu.” Ha ? apa keren ?
“kau ini.”
~ Akanishi Jin side ~
Setelah mereka berdua menghilang dari penglihatanku, Taguchi datang, dan berdiri disebelahku. Mengajakku untuk ke kelas.
‘Aku ingin untuk bertemu lagi dengan kamenashi’ itu adalah kata-kata yang terlintas diotakku saat ini.
Tadinya aku berfikir akan ke kelasnya dan menariknya ke ruang Osis pulang sekolah nanti. Tapi, berhubung ada korban di seblahku ini, langsung saja aku menyuruhnya utuk memangil kamenashi ke ruang osis.
-----
Bel pulang sekolah sudah berbunyi dari 10 menit yang lalu. Aku menunggu kamenashi yang tidak kunjung datang juga. Akhirnya aku berdiri dari ‘kursi ketua osis’-ku dan berjalan keluar ruangan. Aku berniat untuk menunggunya di depan.
Tak lama kemudian datanglah dua sosok wanita cantik dan manis ehm. Maaf, maksudku dua sosok lelaki yang manis menghampiriku.
“Kau lama!” ucapku dengan sedikit tegas.
“Kau ? bukankah yang benar kalian ? kita kan datang berdua.” Ucap Ueda dengan muka yang kesal.
“Aku tidak butuh kamu Ueda! Ayo kau Kamenashi! Masuk! Aku akan memberi banyak nasehat padamu” Aku menarik Kamenashi masuk ke dalam ruang Osis.
Sebenarnya aku tidak tega meninggalkan Ueda sendiri, tapi apa daya, aku hanya ingin ngobrol berdua dengan kamenashi.
“Yo! Senpai! Tumben bawa anak kelas satu kemari.” Ryo, wakil ketua Osis yang terkenal dengan sebutan ‘poison tongue’ ini, tiba-tiba masuk ke ruang Osis tanpa mengetuk pintu. Padahal jelas-jelas di pintu tertulis ‘ketuk pintu dulu’.
“kau! Aku ada urusan dulu dengan dia, lebih baik kau keluar dulu.”
“aku tidak ada kerjaan senpai!”
“lebih baik kau jaga pintu! Jangan sampai ada yang masuk! Temani teman kamenashi ini! Kasian dia! Tadi dia aku terlantarkan!”
“Bilang saja kau mau pacaran dengan dia.” Ucap Ryo sebal lalu keluar membanting pintu. Tapi, tak lama ia datang kembali, aku langsung mengusirnya tanpa pikir panjang.
Aku menyuruh Kamenashi Kazuya duduk di depan mejaku. Ia menarik kursi dan duduk dengan cemberut. Aku jadi tak tega untuk memarahinya. Posturnya terlalu seperti wanita. Membuatku deg-deg-an saja.
“Bagaimana dengan wanita itu ?”
“siapa ? kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu ?”
“kau tahu ? aku sudah tahu mengenai alasan kenapa kau sering berciuman”
“oh itu.. aku sudah tidak ada urusan lagi dengan dia”
“tapi kau masih sakit hati kan ?”
“sok tahu”
~ Nishikido Ryo side ~
Baru saja aku masuk ke ruang Osis! Sudah di usir keluar sama ketua Osis bodoh itu. Bilang saja dia mau pacaran! Tapi, bisa juga ketua Osis itu memilih wanita yang cantik!
Hmm… tunggu! Dia pakai celana!!!! Cowok!!! Aku membuka pintu ruang Osis lagi untuk memastikan orang yang bersama akanishi jin itu.
“Ryo!” teriak Jin dari dalam
“Baik senpai!!” aku menutup kembali pintunya.
Aku sedikit berjalan kearah yang tidak jelas. Dan bergumam sendiri. ‘ada ya ? wanita menyamar jadi lelaki ?’ Tapi sepertinya aku tidak asing lagi dengan dia. Tak lama aku berjalan, aku melihat sesosok wanita cantik lagi. Kali ini lebih cantik dari sebelumnya. Rambutnya yang coklat seleher, matanya juga coklat, sedang menopang dagu sambil cemberut kesal.
Hmm.. tunggu lagi!!! Dia pakai celana!!! Wait! Apa mulai hari ini aku perlu kacamata minus 10 silindris 5 ?
Orang itu berdiri dari tempat duduknya, dan menghampiriku. Sepertinya dia sadar daritadi akku memperhatikannya.
“ada apa kamu lihat-lihat ?” ucap wanita atau pria itu.
“tidak apa-apa. Kau wanita ?” ucapku langsung pada inti.
“HA ?”
BUG!
“KAU GILA APA ? AKU MEMAKAI CELANA! AKU INI LELAKI!” ucap orang itu sambil marah-marah. Aku pun tersadar, bahwa ia ternyata memang lelaki.
Tunggu! Kalau dia lelaki, tidak sopan sekali langsung menonjokku. Aku berdiri dari tempatku. Menghampirinya, dan melihatnya tepat 5 cm di depan mukanya.
“dasar bencong.” Ucapku lurus dan berbalik arah untuk kembali ke depan ruang Osis.
“HA ?” anak itu langsung meraih tanganku dan menonjokku lagi.
Kali ini, bukannya bersyukur telah ditonjok.
“Kau! Beraninya!”
Ya.. akhirnya kami perang mulut di dekat kantin itu. Tadinya, kami mau langsung saja melakukan perang fisik. Hanya saja, aku tak tega padanya. Tubuhnya pasti selemah wnita (?)
Lalu, Taguchi-senpai datang dan melerai kami. Kalau tidak mungkin satu kantin mengerumuni kami berdua.
“Diamlah Ueda! Ikutlah denganku”
Hmm. Ternyata nama kouhai-ku itu Ueda. Aku melihat ueda, ditarik pergi menjauh dariku.









